Belajar dari Miliarder Kelas Dunia dalam Menjalankan Usaha

  • 1 month ago
  • Sumber: Berbagai sumber
  • 49

UMKM.ONLINE – Mobil mewah, pesawat jet pribadi, yatch, rumah super mewah lengkap dengan kolam renang sudah menjadi identitas yang melekat kepada para Miliarder. Banyak dari kita yang ingin mencontoh mereka. Lebih bijak rasanya kalau kita belajar bagaimana para milyarder ini menjalankan bisnisnya agar hasil usaha kita tidak jauh beda dengan apa yang dimiliki oleh para Milyarder tersebut.

 

Mengutip studi yang dilakukan oleh Thomas Corley, penulis buku Rich Habits yang telah menghabiskan waktunya setengah dasawarsa untuk mempelajari lebih dari 170 orang milyarder yang meraih kekayaan dengan usaha mereka sendiri.   

 

Dari studinya tersebut, dapat dirangkum apa saja hal yang biasa dilakukan oleh para milyarder dalam menjalankan usahanya,

 

1.     Fokus pada kualitas produk

Kualitas produk yang bagus adalah langkah awal yang tepat menuju bisnis yang sukses. Kualitas akan mengikat loyalitas konsumen dan menigkatkan penjualan berulang. Sustainability business atau keberlangsungan bisnis akan terjaga dalam jangka panjang. 

 

2.     Selalu meminta masukan konsumen

Konsumen adalah pengguna produk, merekalah yang memutuskan akan terus membeli atau cukup hanya satu kali menggunakan produk anda alias kapok. Pengalaman mereka menggunakan produk anda dapat menentukan apakah anda telah melakukan hal yang benar atau sebaliknya.

 

3.     Menghindari terlalu banyak karyawan

Perlu kebijaksanaan dalam merekrut karyawan. Semakin banyak karyawan yang dipekerjakan artinya semakin banyak pekerjaan untuk mengurus mereka yang beragam latar belakang, pengalaman dan budaya. Para milyarder selalu menjaga peningkatan jumlah karyawan seminimal mungkin. Dari pengalaman yang ada, mereka mempekerjakan 80% SDM yang telah teruji memiliki kompetensi dalam penjualan. Sisanya 20% diisi oleh karyawan paruh waktu (freelance), dan pihak ke-3 seperti kontraktor professional.

 

4.     Mensegerakan pekerjaan

Terbukti banyak masalah yang ditimbulkan dari penundaan pekerjaan. Mulai dari ketidakpuasan konsumen, kualitas produk yang buruk dan masih banyak lagi potensi kerugian lainnya. Para milyarder selalu mensegerakan pekerjaannya. 

 

5.     Miliki visi yang jelas

Bekerja tanpa arah akan menghabiskan banyak resources, seperti waktu, uang dan tenaga. Bisnis yang baik memiliki. Visi yang jelas. Semua pekerjaan yang dilakukan semata-mata untuk mencapai tujuan atau visi tersebut. Mereka menentukan tujuan, secara rutin memonitoring dan melakukan revisi yang diperlukan agar selalu relevan dengan perubahan yang terjadi.

 

6.     Mempertajam Unique Selling Point

Dari data yang ada, bisnis yang sukses memiliki produk dengan keunikan nilai jual yang tepat karena akan memberikan nilai tambah dalam kompetisi bisnis yang sesuangguhnya.

 

7.     Melakukan pemasaran yang cerdas

Strategi pemasaran yang tepat akan membantu kita dalam membangun brand. Para milyarder tidak selalu mengikuti trend yang ada. Mereka menyusun strategi berdasarkan kesalahan, ujicoba, diskusi dengan stake holder bisnisnya.



Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (SMESCO) yang baru dilantik tahun 2020 ini, Leonard Theosabrata. 

 

Ada tiga hal yang membuat UMKM tidak berkembang, antara lain:

 

1.     Mengutamakan kreativitas ketimbang aspek bisnis

Banyak pelaku UMKM belum memahami manajemen dan dasar-dasar bisnis komersial, seperti riset, permodalan, aturan, perizinan, dan omzet yang penting untuk dipahami. Kebanyakan masih terjebak dalam mencari ide dan kreativitas, baru mempelajari seluk bisnisnya. Untuk itu literasi bisnis bagi pelaku UMKM diperlukan untuk menunjang keberlangusngan bisnisnya.

 

2.     Mencontoh model bisnis yang sudah ada

Tidak adanya tambahan keunikan dan hanya mencontoh model bisnis yang sudah ada akan menyulitkan pengembangan bisnis itu sendiri di kemudian hari. Leonard mengatakan, banyak ide bisnis yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi masih diterapkan sehingga ujung-ujungnya tidak jalan. Kalau ide bisnis tidak menarik lagi jangan dibuat seperti coffe shop yang sekarang akan kesulitan orang bersaing karena jumlahnya yang sudah banyak. Untuk mendapatkan model bisnis yang ideal, kuncinya adalah riset.

 

3.     Tidak siap bakar uang 

Pada tahap awal menjalankan bisnis, sudah barang tentu banyak biaya yang dikeluarkan sebagai modal dan kadang kala belum menampakkan hasilnya dalam beberapa waktu. “Ketika mulai sebuah bisnis baik UMKM maka kamu harus siap burn your money!”, ucapnya. Untuk itu temukan model bisnis yang tepat agar tidak cepat bangkrut. “Tanggung jawab bisnis besar, kamu harus bayar pegawai, bayar uang sewa, dan lain-lain”, ungkapnya.